JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Pameran Buku Internasional Indonesia (Indonesia International Book Fair/IIBF) pada hari terakhir acara (8/9). Ia mengajak cucu-cucunya ke acara pameran buku tersebut. Dalam kunjungan selama dua jam sejak pukul 16.00, Wapres juga membeli lebih dari seratus judul buku dari sejumlah stan penerbit peserta pameran.

 

Wapres mendukung ikhtiar Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) untuk menyelenggarakan IIBF. Menurut Wapres, ia beberapa kali membuka acara pameran Ikapi dan ia tahu Ikapi sejak dulu rutin menyelenggarakan pameran. “Saya beberapa kali membuka acaranya,” katanya.

 

Menurut Kalla, pameran buku selalu saja menarik karena ada hal-hal baru yang didapatkan, baik pemikiran, sejarah, keilmuan, dan lain-lain. “Karena itulah, saya senang dengan pameran ini dan saya lihat justru yang paling banyak [pengunjung] remaja; [pameran] yang sangat menarik bagi mereka.”

 

Wapres mengamati literasi memang berubah dari buku ke digital, dan sebagian anak muda berubah. Tapi, ia juga melihat dari sudut penerbit buku. “Lumayan perkembangannya. Terutama yang paling menarik justru perkembangan buku-buku agama,” ujar Kalla. Ia menilai perkembangan sangat tergantung adanya upaya, tidak akan berkembang sendiri. Kalau tidak ada bahan bacaan, literasi tidak akan berkembang dan masyarakat berfokus pada smartphone saja.

 

Suatu bangsa, kata Wapres, baru bisa maju kalau cerdas. Cerdas baru bisa dengan ilmu. Ilmu dengan cara membaca. Kalau tanpa membaca, bagaimana bisa ada ilmu. Kalau tidak ada ilmu, bagaimana bisa maju, dan itu harus menjadi habit. Seperti orang Jepang punya habit membaca. “Karena itu, saya bawa cucu-cucu saya untuk acara seperti ini. Mulai dari kecil [membaca] sudah jadi habit,” ujarnya.

 

Stan-stan yang dikunjungi Wapres, antara lain, adalah Sinar Star Books, Ikapi Sumbar, Ikapi DKI, Ikapi Sumut, Alvabet, Yayasan Pustaka Obor, Tempo, Gramata, Mizan, Gramedia, dan Republika. Wapres juga mengunjungi stan Frankfurt Buchmesse dari Jerman. Saat ini sedang dijajaki kemungkinan Jerman menjadi guest of honor IIBF 2020.

 

 

 

Sebanyak 42 ‘copyright’ terjual ke luar negeri

 

Pameran Buku Internasional Indonesia (Indonesia International Book Fair/IIBF) berakhir pada Minggu (8/9) malam. Perpustakaan Nasional meraih penghargaan sebagai peserta pameran dengan stan terbaik, diikuti urutan kedua stan Sinar Star Books, dan ketiga Gramedia. Penilaian berdasarkan kriteria tata ruang, estetika, serta aspek pelaku (penjaga stan dan pengunjung).

 

Pada IIBF tahun ini, copyright sebanyak 42 judul buku dari 12 penerbit Indonesia terjual ke pasar internasional untuk dialihbahasakan atau diterbitkan di negara lain. Pencapaian ini jauh melampaui target panitia yang mematok angka 25 judul. Nilai monetisasi dari penjualan hak cipta tersebut diperkirakan mencapai Rp 6 miliar.

 

Transaksi hak cipta (copyright) berlangsung dalam salah satu mata acara IIBF yaitu Indonesia Partnership Program (IPP). Hadir pada program Ikapi yang didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tersebut, sebanyak 38 penerbit dan literary agent internasional dari 15 negara. Lazim dalam pameran buku internasional, selain terdapat penjualan buku untuk masyarakat pembaca, juga terjadi transaksi copyright di antara para penerbit antarnegara.

 

Berikut ini judul buku-buku yang terjual hak ciptanya beserta nama penerbit yang bertransaksi:

 

  1. Kesaint Blanc (Indonesia) dengan St. Matthew’s Publishing Corporation (Philippines), untuk judul:
    1. Tiwo Likes to Wake Up Early
    2. Tiwo Likes Vegetables
    3. Tiwo’s Piggy Bank
  2. Borobudur Agency (Indonesia) dengan Anvil Publishing (Philippines), untuk judul: I Am a Ninja karya Aaron Randy.
  3. Borobudur Agency (Indonesia) dengan Noon House for Publishing and Distribution (EGYPT), untuk judul: Insomnia (Anton Kurnia)
  4. Gramata (melalui Borobudur Agency -Indonesia) dengan Pustaka Nasional (Singapore), untuk judul: Tita dan Ksatria Busa Sabun
  5. Litara (melalui Borobudur Agency -Indonesia) dengan Pustaka Nasional (Singapore) untuk judul: Lihat! Lihat! (Writer: Aniek Wijaya, Illustrator: Evelyn Ghozalli)
  6. Falcon Publishing (Indonesia) dengan Reading Sideways (Australia), untuk judul: Scandalicious Siblings (Vinca Callista)
  7. Gramedia Pustaka Utama (Indonesia) dengan Tamas Literary Agency (Iran), untuk judul: 180 Recipes of Indonesian Menus (Julie Sutarjana/Ny. Rumah)
  8. Gramedia Pustaka utama (Indonesia) dengan Pustaka Nasional (Singapore) untuk judul: Mind Matters Series (Euginia Gina & Karina):
    1. My First Lie
    2. My Bad Bad Day
    3. Hurry Quickly Me
  9. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) (Indonesia) dengan Reading Sideways (Australia), untuk judul: Semua Ikan di Langit (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)
  10. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) (Indonesia) dengan Reading Sideways (Australia), untuk judul: Hau Kamelin dan Tuan Kamiasi (Dicky Senda)
  11. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) (Indonesia) dengan Reading Sideways (Australia), untuk judul: Kanuku Leon (Dicky Senda)
  12. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) (Indonesia) dengan Rimbunan Publishing House Sdn. Bhd. (Malaysia), untuk judul: Kisah Teladan 25 Nabi dan Rosul Vol. 1 & 2 (Educa Studio)
  13. Yayasan Pustaka Obor Indonesia (Indonesia) dengan Legasi Oakheart (Malaysia), untuk judul Jalan Tak Ada Ujung (Mochtar Lubis)
  14. Yayasan Pustaka Obor Indonesia (Indonesia) dengan Springer (Singapore), untuk judul:
    1. In Search of Local Regime in Indonesia,
    2. Political of Citizenship in Indonesia,
    3. The Politic of Contested Welfare in Indonesia,
    4. Pariwisata Primata di Indonesia
    5. Nasionalisme dan Egalitrisme di Indonesia
  15. Yayasan Pustaka Obor Indonesia (Indonesia) dengan Ombra GVG (Albania) untuk judul Harimau, Harimau (Mochtar Lubis)
  16. re:ON Comics (Indonesia) dengan Kadokawa Gempak Starz (Malaysia) untuk judul:
    1. Shivers Volume 1-4 (Andik Prayogo)
    2. Granpa is Here (Nan Nan)
  17. Pustaka Al-Kautsar (Indonesia) dengan Ana Muslim Sdn Bhd (Malaysia) untuk judul Shalahuddin Al-Ayyubi Volume:1-3
  18. Zikrul Hakim (Indonesia) dengan Pustaka Nasional (Singapore) untuk judul:
    1. Aku Senang Antre
    2. Aku Bisa Bertanggung Jawab
    3. Aku Bisa Minta Izin
    4. Aku Bisa Menghargai Teman
    5. Aku Bisa Bekerjasama
    (Penulis: Rei El Tsurayya A.)
  19. Mizan Pustaka (Indonesia) dengan Mayurpankhi Publishing (Bangladesh), untuk judul:
    Seri:
    1. Naik Awan (A Ride on the Cloud) by Iwan Yuswandi
    2. Di Manakah Ujung Pelangi (Where’s is the End of the Rainbow) by Iwan Yuswandi and Faza
    3. Pangeran Negeri Bunga (The Prince of the Kingdom of Flower) by Ana P. Dewiyana and Mariam Sofrina
    4. Pak Guru Singa (Our Teacher Mr. Lion) by Ina Inong and Joy Subarjah
    5. Kisah Peniup Seruling (A Tale of the Piper) by Ana P. Dewiyana and Erika Medinah

 

Narahubung: Arys Hilman, Sekretaris Ikapi/IIBF 2019, telp/wa 0811189568

*Press release ini tersedia di www.indonesia-bookfair.com/ruang-pers

*Keterangan tentang Indonesia Partnership Program(IPP) dapat dilihat di www.indonesiapartnership.com

*Profil Ikapi dapat dilihat di www.ikapi.org

 

Previous Next
Close
Test Caption
Test Description goes like this